Skip to main content

LABORATORIUM GERAGOGI INDONESIA

 Memaknai GERAGOGI

Kita tentu sudah dangat mengenal istilah dan makna dari PEDAGOGI dan ANDRAGOGI. Istilah pedagogik (bahasa Inggris: pedagogy) berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani kuno, yaitu paedos yang berarti “anak” dan agogos yang berarti “mengantar”, “membimbing” atau “memimpin”. Dari dua kata tersebut terbentuk beberapa istilah yang masing-masing memiliki arti tertentu. Istilah-istilah yang dimaksud yakni paedagogos, pedagogos (paedagoog atau pedagogue), paedagogia, pedagogi (paedagogie), dan paedagogik yang berarti membimbing anak-anak. Andragogi juga berasal dari Bahasa Yunani. Andra berarti manusia dewasa, bukan anak-anak. Andragogi berarti ilmu yang mempelajari bagaimana manusia dewasa / orang tua belajar. Knowles dalam Srinivasan (1977) menyatakan bahwa: andragogi as the art and science to helping adult a learner

Perkembangan lebih lanjut dari kedua ilmu PEDAGOGI dan ANDRAGOGI adalah HEUTAGOGI. Konsep baru ini lebih dekat dan sangat mewarnai pelaksanaan 'Merdela Belajar' yang sedang populer akhir-akhir ini. Heutagogi merupakan suatu studi tentang pembelajaran yang ditentukan secara mandiri oleh pembelajar, dapat pula dilihat sebagai suatu perkembangan alamiah dari metodologi pendidikan sebelumnya terutama dari pengembangan kemampuan dan mungkin menyediakan pendekatan optimal untuk belajar di abad dua puluh satu ini.

Bagaimana dengan GERAGOGI ???

Ijinkan sebentar menengok beberapa istilah yang terkait dengan LANSIA (Lanjut Usia). Bahwa dalam lingkungan LANSIA setidaknya ada  istilah GERONTOLOGI dan GERIATRI.  Gerontologi adalah ilmu yang mempelajari penuaan dan orang tua. Kata gerontologi berasal dari kata gerontos yang berarti lanjut usia dan logos yang berarti ilmu. Geriatri adalah ilmu yang mempelajari orang tua khusus bagian medisnya saja. Ilmu ini membahas berbagai penyakit yang muncul pada orang tua, serta cara perawatannya. Secara praktis, geriatri sebagai ilmu keperawatan bagi lansia. gerontologi merupakan ilmu yang lebih kompleks. Gerontologi tidak hanya mempelajari aspek medis orang tua saja, namun juga memperhatikan aspek sosial dan mental orang tua.

Setelah memperhatikan kata-kata turunan yang berkaitan dengan LANSIA dalam istilah berbahasa Yunani di atas, maka saya menyatakan GERAGOGI sebagai 
seni dan sains untuk membimbing lansia dalam belajar, the art and science to guide the elderly in learning. Secara ringkas, GERAGOSI dapat dimaknai sebagai pembelajaran bagi lansia. 

Laboratorium GERAGOGI Indonesia yang kami maksud adalah Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat, yang bertempat di Dusun Gedong, Rt. 03 / RW. 01, Desa Gedong, Kec. Banyubiru, Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah 50664, kira-kira 20 menit perjalanan mobil ke ketinggian 800 m dpl dari Terminal Tingkir - Salatiga ke arah Gunung Gajah, Pegunungan di lereng utara Gunung Merbabu. Kami mengembangkan GERAGOGI sebagai mirrorring simetris dari PEDAGOGI bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sebagaimana ayat inspiratif Quran Surat Yaasiin ayat 68  berikut : Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya). Maka, mengapa mereka tidak mengerti ?.

Dari inspirasi ayat tersebut, maka karakteristik LANSIA sesungguhnya sangat mirip dengan karakteristik Anak Usia Dini. Bedanya, Anak Usia Dini sedang tuimbuh dan berkembang dari NOL menuju POSITIF pada tingkat tertentu, sedangkan LANSIA sebaliknya, dari POSITIF pada tingkat tertentu menuju NOL, seperti dalam ilustrasi berikut :

Grafik parabolis UNGU adalah kondisi pada umumnya. Pada sisi kanan grafik parabolis kami menawarkan 3 (tiga) upaya rekayasa sebagai jawaban ayat 68 dari Surat Yaasiin di atas, "Maka, mengapa mereka tidak berfikir /memikirkannya ?", yaitu ; 1. Sehat lebih lama, untuk aspek ROGO nya, yang ditunjukkan oleh grafik berwarna MERAH, 2. ROSO sosial dan emosional yang stabil, sebagaimana grafik warna KUNING, dan 3. Nilai agama, moral, dan spiritual JIWO yang terus meningkat hingga akhir hayatnya, seperti ditunjukkan oleh grafik berwarna HIJAU.

Pesantren Kasepuhan Raden Rahmat (PKRR) menggunakan Kurikulum RO-JI-RO (Rogo, Jiwo, dan ROSO) yang diimplementasikan dengan pendekatan konsep GERAGOGI, pembelajaran bagi LANSIA. Konsep GERAGOSI ini berintikan REFLEKTIF - KONSULTATIF, dimana LANSIA dipandang sebagai manusia yang sudah melewati masa Anak-anak, Remaja, hingga Dewasa, sehingga pembelajaran hanya bersifat refektif, pendidik berperan sebagai cermin untuk merefleksi, mengamati,  menunjukkan, dan memperhatikan dengan seksama berbagai fakta historis, lalu dibimbing dan diluruskan bila terjadi kesalahan / kekurangan sebagai suatu tindakan konsultatif.

Secara matematis, GEGAROGI = PEDAGOGI + / - ANDRAGOGI

GERAGOGI tentu mengandung sebagian dari PEDAGOGI dan sebagian dari ANDRAGOGI. Ada yang ditambah maupun dikurang. Dalam penerapannya, proses, setting, media, hingga asesmen yang digunakan pun tentu memiliki kekhususan. Inilah yang kami kembangkan di Laboratorium GERAGOGI Indonesia di Pesantren Kasepuhan (Lansia) Raden Rahmat. 

Comments